Lalu kita tiba pada satu senja yang tidak kita duga.. Di ujung jalan, di sebuah toko tanpa halaman, tatapku kau hentikan. Waktu seakan tak mau berdetak lagi, nalarku pun hilang isi. Ada yang tersumbat dari bibir untuk berbicara, menyusun aksara dan memanggil nama.. Aku hanya bisa menjadi saksi keanggunanmu dan terdiam, terpaku dalam getar waham yang tak dapat kuartikan. Sebelum akhirnya kusadari kenyataan tidak sebagus angan. Bahwa pertemuan ini tidak abadi; sesaat kemudian kau bisa saja beranjak pergi; menghilang bersama lampu kota seperti matahari. Barangkali itu mengapa aku ingin senja ini jangan berlalu. Biarkan ia menjadi riwayat rindu yang tertulis dan bernyanyi di kedua mataku. Meski aku tahu di senja itu, di ujung jalan itu, ada seseorang yang sudah kau tunggu.. Ada seseorang yang kan hadir menemanimu.. dan ia bukan diriku.

Advertisements