Dan beranjak segala kerut dalam usia, kasih lama berwajah murung,
Lalu, adakah kau yakin akan setia, menemaniku hingga getar mengenal ujung..*

Kukatakan saja dengan singkat; berapapun hitungan tahun berlalu, namamu kan terus kurawat. Kujaga dari setiap debu yang mengotori ingat. Kujauhkan dari beban yang membuat penat. Meski pada akhirnya kita hanya harus berjalan sendiri-sendiri. Meneruskan takdir temu yang usai terlalu dini. Tapi itulah niatanku. Pun semangat hidupku. Tak ada yang kusesali dari tempuhan ini. Toh, hidup terus berlari dengan segenap sesaknya. Senja terus hadir meski hilang kemuningnya. Cinta tetap terasa meski tak lagi jelas muaranya. Namamu selalu terbaca meski tak ada lagi getar di ujungnya.

*Potongan yang teringat dari sajak seorang teman; Sabda Ali Mifka*

Advertisements