“Some people walk in the rain, others just get wet.” ―Roger Miller

Saya tidak mengerti, bagaimana menuliskan keseharian dan berbagai hal yang dialami. Selalu ada yang tak sanggup dirumuskan dalam semata huruf dari peristiwa. Selalu ada yang luput untuk diungkap, bahkan ketika usai seribu baris kata. Itu barangkali yang membuat saya tak pernah sanggup membaca karya yang berbasis pada peristiwa nyata. Pram misalnya, saya tak kunjung bisa menikmati tulisannya. Mungkin juga karena saya sudah terjerambab dalam anggapan bahwa kehidupan tidak pernah selaras ingin dan pinta. Dus, dunia imajiner lebih bisa saya nikmati adanya. Atau barangkali saya terlampau percaya bahwa segala hal yang ada sebenarnya tidaklah nyata. Dan saya hanya hidup dalam kungkungan doxa. Atau mungkin saya memang sudah sakit jiwa. Lalu, tak lagi bisa menikmati hujan sebagaimana adanya. Tak mampu mendengarkan tetesnya, namun terlanjur mendapati basahnya. Tak lagi bisa menjalani malam sebagaimana adanya. Tak mampu merasakan lambatnya, namun terlanjur tenggelam dalam gelapnya.

Ah, saya memang tidak mengerti.

Advertisements