Yang aku tahu, setiap kita adalah debu. Menjadi ruang seiring waktu. Menjadi saksi dalam prosa hidup yang tak tentu. Menjadi bayang dalam pikiran yang pilu. Lalu kita bernyanyi. Tentang ladang dan kuning padi. Tentang hujan dan cerah pelangi. Tentang mimpi dan luka hati. Tentang orang dan dunia yang menyisakan benci. Atau berteriak, sedang cinta hilang sajak. Atau memaki, dan bertambah gundah hati. Atau tersenyum, dan kembali makna diri. Atau menangis, dan tak selesai faragraf ini…

Yang aku tahu, aku tak sanggup menuliskannya lagi..

Advertisements