Yang lemah mental, yang alim, yang hidupnya biasa-biasa saja, yang tak pernah menyentuh vodka, yang jadi fansnya olga, yang mendukung Rhoma jadi presiden Indonesia, sebaiknya jangan membaca.!!

 

Kutuliskan ini untuk seluruh kawan, saudara, yang tidak kukenal namanya, yang tidak pernah kutemui rupanya, yang sedang minum-minum, yang jatuh luka, yang patah cinta, yang termenung di sudut jendela, yang tak lagi kuat menahan airmata, yang memekik tanpa suara, yang merasa dunia mengacuhkannya, yang tak lagi bisa memetik makna dari peristiwa, yang terbuang, terasing, terabaikan, sendiri, terkekang sunyi, dan menganggap sudah saatnya bunuh diri.

Kukatakan, kita barangkali tidak berharga. Takdir sudah menuliskan hidup yang muram. Nasib yang suram. Tidak peduli apapun yang kita lakukan, dunia dan semesta peristiwa di dalamnya akan berjalan apa adanya. Tidak lantas ia berbelasungkawa, meski ada di antara kita yang meregang nyawa. Tidak akan waktu berhenti, meski ada yang remuk nalar dan hati. Faktisitas siapa minta. Kita yang terlahir buruk rupa, miskin, tak berpendidikan, tak jelas siapa bapaknya, besar di jalanan, penyakitan, cuma menambah beban negara, mungkin sebaiknya mati saja. Itu lebih baik daripada dijadikan objek rasa iba. Siapa tahu ada perubahan nasib di kehidupan kedua. Jangan percaya para motivator, pengkhotbah, atau siapapun yang mengatakan bahwa nasib bisa berubah. Tak mungkin hidup selamanya susah. Mereka semua cuma menjual ludah!. Menjajakan sampah. Petuah dan doa hanya diperuntukkan bagi mereka yang kalah.

Hanya saja, sebelum ada dari kita yang tak ingin lagi melangkah, pasrah dalam rasa kalah, mari kita berkumpul sejenak. Menghayati kembali arti diri dan rekam jejak. Lupakan orang-orang yang menolak kehadiran kita. Abaikan peristiwa yang memberi luka. Acuhkan hidup yang penuh beban dan rasa duka. Sudah saatnya kita yang memberi harga. Memberi makna atas diri dan hidup kita. Kukatakan: tidak ada yang boleh merendahkan seorangpun dari kita. Yang tertawa sinis atau mencela, ajak berkelahi saja. Yang merasa lebih baik dari kita, yang merasa terlampau cantik karena pernah menolak kita, yang merasa paling suci dan tidak mau melihat kita, mereka semua sebenarnya tak lebih baik dari anjing kurap yang memakan kotoran kuda. Mereka yang merasa lebih keren hidupnya hanya karena selalu menghabiskan waktu di tempat belanja, pernah bertemu agnes monica, pernah kuliah di perguruan tinggi ternama, punya selera musik yang tidak biasa, punya wajah paling cakap se-Indonesia, mereka sejatinya tidak ada apa-apanya. Tidak mengerti hidup itu bagaimana. Tidak paham bahwa setiap kita hanya debu di luasnya semesta. Tidak tahu singkatnya usia. Tidak sadar arti menjadi manusia. Mereka yang tidak pernah merasakan luka, tidak akan mengenal wajah hidup yang sebenarnya.

Karena itu, jangan sia-siakan diri ini hanya karena takdir tak berpihak pada kita. Jangan biarkan usia hilang angka karena orang-orang tak lagi memandang kita. Jangan biarkan hati mati dini karena luka yang terasa tak terobati. Jangan biarkan dunia memberi karena rasa kasihan pada diri. Jangan sampai kita patah oleh perihal yang terlampau lumrah. Kukatakan: Lebih baik mati gelisah daripada diingat pernah menyerah. Lebih baik melawan sakit daripada menikmati rasa kalah.

Dan kau yang tertawa setelah membaca, Fuck you! mampus saja sana!

Advertisements