Di senja itu, letihku berguguran satu-satu. Seperti kalimat rindu, yang perlahan hilang, dan tak sempat menemuimu.

Ini kali malam hampir tiba. Di luar hanya ada dingin yang mengetuk jendela. Mungkin membawa kabar luka, mungkin juga membawa ingatan masa muda. Sejenak mataku terpejam. Ada yg terbayang perlahan dalam gumam. Jariku masih terpaku di sela deretan penanda aksara yang menunggu sentuhan. Kupikir, malam ini tak ada yang bisa dituliskan. Di benakku hanya ada cerita usang tentang keinginan untuk terus berjalan. Menuju hatimu, menuju sudut tak kutemui rasa pilu. Meski tak jua sampai langkah ini. Sedang usia yang hilang tak mungkin kembali.

Di senja ini, letihku gugur dan menggigil sendiri. Seperti kalimat sunyi, yang murung tak bernada, namun setia menemani.

Advertisements