Karena tak ada yang bisa kita bicarakan lagi. Karena tak ada hati yang bisa bertaut lagi. Karena usai sudah usia untuk kita berbagi. Karena setiap kita harus berbenah, keinginan pun berubah, begitu juga rasa, pikiran, dan tingkah. Maka, dengan alasan apapun yang kita yakini, kita hanya harus beranjak sendiri-sendiri. Dan tak lagi kita perlu kembali. Seperti nyanyian di ujung nafas, yang berhembus keras, meluruh tak berbekas. Kecuali setarik nada yang tak lagi bisa kita hafal iramanya. Tak lagi kita ingat bagaimana awalnya. Tapi cukup kita pahami bahwa ia bisa menggerakkan penat kita. Untuk tidak lagi merasa perlu bertemu, bertukar rindu, atau sebatas menghabiskan waktu.

Lalu, kamu pun hilang dari hidupku. Dan sudah kurelakan itu.

Advertisements