Merasakan sunyi itu, bung, adalah belajar mendengarkan suara hati, yang paling bening, yang bermuara dari hening, yang jujur menjawab tatkala kita bertanya, yang mengerti bahwa keinginanlah yang membuat luka, yang memahami bahwa menjadi manusia tidak pernah sederhana. Karena itu, sesekali kita perlu diam, perlu bungkam, agar terdengar lirih diri yang paling dalam, hingga kita bisa berangkat lagi, dengan rasa haru, juga prasangka baru. Sebelum akhirnya kita sungguh menyerah, dan sadar bahwa di luar itu hanya ada sampah. Tapi kita masih punya sunyi… Dan ia indah.

 

Advertisements