Aku bangun pagi ini dengan Plain’s White T’s, 1, 2, 3, 4 di telinga. Mentari terang separuh. Mendung masih menggelantung di ufuk yang perlahan beranjak dan luruh. Jendela terlihat pasrah mengantarkan angin dan dingin. Sisa embun pun seperti enggan menjauh dari daun, ranting, tanah, dan hati yang masih dipenuhi mimpi tiga tanda tanya. Pagi yang waras, dengan hidup dan segala isinya.

Barangkali karena hidup adalah apa yang terjadi ketika aku dan kamu sibuk menghitung rencana. Maka, wajar kiranya jika terlalu banyak perihal yang luput dari mata kita. Seperti pagi ini, beribu peristiwa hadir di sini, namun pikiran lebih asyik membuat ceritanya sendiri. Mendulang makna asing di antara kenangan buruk kemarin dan keinginan esok hari. Sedang kenyataan saat ini selalu terlambat diberi arti. Aku, kamu, mata kita akhirnya begitu saja buta. Tak mampu lagi menatap hidup dengan lensa yang peka.

Konon, segala yang lumrah sering membuat orang lupa. Seperti batang pagar di depan halaman yang berdiri dan kita lalui setiap hari. Aku, kamu, pun sadar akan pentingnya (hanya) ketika ia rubuh oleh karat yang tak sempat kita seka. Kita paham arti hadirnya (hanya) saat ia tak lagi ada di sana menjaga rumah kita. Berapa banyak dari waktu yang sempat kita sisihkan untuk menyapa kembali hal-hal –yang seolah ada begitu saja– di sekitar kita? Berapa dalam ingatan kita tentang nasib orang-orang yang sempat kita temui di sepanjang usia? Aku tidak yakin ada yang mampu menjawabnya.

Aku bangun pagi ini dengan kepekaan yang hilang perlahan oleh kelumrahan. Oleh irama dan bait lagu dari radio yang ikut kudendangkan. Oleh pesan singkat yang kubaca tanpa jeda dari seorang teman. Oleh keinginan untuk menghabiskan hari ini dalam kesenangan. Oleh selimut, bantal, kasur, dinding, tirai, pintu, rumput, batu, jalan, kubangan, mobil angkutan, pedagang gorengan, dan segenap hal yang begitu wajar adanya dalam kehidupan. Namun, pagi ini tetaplah waras, dengan atau tanpa perhatian akan hidup dan segala isinya. Dengan atau tanpa makna yang kuberikan.

Manisi, 30 Oktober 2012

Advertisements