Kepada Adikku Fikry Haykal..

Apa yang ingin tersampaikan dari hati seorang kakak pada akhirnya adalah pengakuan. Bahwa persamaan rahim tempat kita memulai kehidupan bukan berarti serupanya jalan. Bahwa kita yang oleh darah tersatukan tidak selalu bertemu-padu dalam harapan. Karena itulah, tidak setiap saat seorang kakak akan bersamamu. Membersihkanmu dari duri dan debu. Menjauhkanmu dari angkara dan tipu. Kita terlahir tanpa meminta, dan menanggung kesendirian nasib yang jelas berbeda. Maka, tegarlah adikku. Jangan biarkan kesunyian melumpuhkan semangatmu. Pun ketika, tanpa mau mengerti, persoalan hidup terus memayungi duniamu.

Apa yang ingin tersampaikan dari hati seorang kakak pada akhirnya adalah pengakuan. Bahwa seharusnya ia bisa lebih berarti bagi dirimu. Menyediakan bahu sebagai tempat bersandarmu. Terutama ketika sosok seorang bapak tidak pernah kau lihat sejak lahirmu. Bahwa semestinya ia bisa lebih mendekat di sampingmu. Menemanimu di masa kecil yang tak perlu kau habiskan dengan menjual kayu. Tapi waktu terlanjur mengikat nasib dengan berbagai peristiwa dan kondisi yang membuat kita tak bisa bersama. Oleh kemiskinan keluarga, kakakmu harus berjalan menjauhimu.Menempuh apa yang mungkin bisa menghadirkan keajaiban untuk hidupmu. Agar kelak tak kau rasakan derita yang sama. Maka, hingga waktunya, tegarlah adikku. Jangan biarkan rasa lapar melenyapkan kedirian kita. Jangan biarkan rasa sesal menipiskan doa dan ikhlas kita. Pun ketika tak ada lagi langit untuk menampungnya.

Apa yang ingin tersampaikan dari hati seorang kakak pada akhirnya adalah pengakuan. Bahwa meski oleh jarak kita dipisahkan, tidak berarti seorang kakak mengacuhkan. Dalam darahnya senantiasa mengalir bahasa rindu. Yang mengalun pelan mengabarkan hasrat untuk merengkuhmu. Karena itu pula, seorang kakak tidak pernah hanya berpikir tentang hidupnya. Tapi tentang dirimu, masa depanmu, dan segala hal yang mungkin kau temui di harimu. Dunia ini terlanjur tua dan tidak lagi baik-baik saja. Maka, tegarlah adikku. Jangan biarkan keburukan memenuhi hatimu. Jangan biarkan runyamnya hidup menghancurkan kepalanmu. Pun ketika tak ada lagi pilihan yang mungkin untuk cita-citamu.

Apa yang ingin tersampaikan dari hati seorang kakak pada akhirnya adalah pengakuan. Bahwa ia hanya ingin adiknya bahagia. Itu saja.

 

Manisi, 7 Juli 2012

Advertisements