Aku mencarimu di celah rindu yang tersesat pada sebuah senja. Tapi yang kutemukan hanya garis merah di cakrawala. Membentang, membelah angin, awan, dan langit-langit ingatan yang semakin diseraki luka. Lalu tiba-tiba waktu berbisik: “aku sudah terlanjur bertukar-sapa dengan ragu”. Kamu benar kekasihku, setiap senja adalah menunggu. Dengan segenap enggan, dengan segenap ragu.

Manisi, April 2012

Advertisements