Malam perlahan jatuh, dan bulan semakin menjauh.. Kupikir inilah saat aku hilang arah menuju hatimu. Selalu ada yang ingin kusampaikan dalam kesah yang menghunjam di ujung lidah. Dan mengertikah kamu, aku selalu tergetar sebelum sempat kuteguhkan ucap yang tegar; tentang cinta yang padam oleh dendam, tentang aku yang muram karena harapan yang terbungkam. O’ mengertikah kamu perempuanku, jalan menemuimu entah kenapa senantiasa terjal dan berliku. Dan aku selalu kalah sebelum kutuntaskan semua kisah.

Lalu kau pun memilih untuk berangkat tiba-tiba. Sedang pagi belum saatnya datang, dan aku masih terlampau sibuk mencari jejak aksara yang dulu kutitipkan pada surga. Di antara lipatan waktu dan kenangan yang berlari satu-satu, akupun sadar; hidup bisa saja culas rupa dan warnanya. Adakah kau mengerti perempuanku? Aku hanya ingin kau sempat percaya, bahwa aku bisa memikul beban ini andai saja kau mengajariku bagaimana merendahkan diri. Aku bisa sepanjang usia menemani bila saja kau memberiku kesempatan itu lagi.

Tentu saja kau benar; tidak setiap persoalan harus kau utarakan. Aku sangat mengerti bagaimana raya payah menahan luka agar tak berdarah. Tapi bukankah itu menegaskan bahwa dirimu memang belum juga mempercayaiku sepenuh hati? Aku tak ingin memaksakan apa yang tak sanggup kuamini awal dan akhirnya bagi hidupmu. Aku hanya ingin mendapati penanda yang merona di dirimu dan berdiam diri di sana. Seperti mega yang memilih tersesat di cakrawala, dengan sinar lembut surya senja, dan pekik elang yang melayang gembira menuju sarang. Itulah pilihanku.

Malam semakin jatuh, dan fajar mulai berlabuh. Kupikir inilah saat aku menghitung lagi arah hidupku. Selalu ada yang harus dipertahankan dari sisa nafas diri; sebelum karma ini susut oleh rasa percuma. Aku berharap kamu mau mengerti, bahwa diam bisa saja memiliki pekik paling tinggi. Aku letih, perempuanku. Dan itu membuat mataku terlampau sayu untuk mengirim isyarat rindu. Sedang tubuhku terus menggigil menginginkan hadirmu. Dan Aku letih perempuanku . . .

Manisi, 12 Juli 2010

R. Ark.

Advertisements