Aku temui ibuku, kusampaikan hidupku, kurebahkan takdirku..
Ibu berkata: “jika apa yang terjadi adalah yang seharusnya, maka percayalah..”
“Tapi ibu, ada banyak alasan untuk berlari, dan ada banyak kesempatan untuk menjauh pergi..”.
“Kamu hanya bimbang anakku, ragu menatap langkahmu, tapi percayalah, kan selalu ada cahaya yang menyertaimu, kan selalu ada doa yang menaungimu, asal kamu percaya itulah kebenaranmu..”.
Aku terdiam menahan keluh; “Entahlah ibu.. dan akan tetap entah..”
Ibu tersenyum, teduh parasnya meruntuhkan angkara, lirih di telinga untaian kata:
“Kamu sudah benar anakku.. tetaplah di sana, cintailah ia, jagalah hatinya..”

Balikpapan, 2009

Advertisements