Untukmu temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun kamu. Yang jelas, baca tulisan ini baik-baik, huruf demi huruf, kata per kata, kalimat, paraghraf, hingga satu wahyu hati yang ingin kusampaikan padamu kali ini bisa kau beri arti…

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun kamu.. harus aku sadari dan akui bahwa sebulan ini aku telah menyematkan pilihan hati pada satu sosok diri. Dan itu kamu! Jadi, jangan membuatku patah apalagi sampai berlumuran darah, sebab aku tak ingin lagi jatuh terpuruk pada peristiwa yang sia-sia. Kamu milikku! hanya untukku! dan akan terus kukukuhkan itu dalam riuh dan sepiku, dalam sadar dan mimpiku, baik di hadapmu ataupun di balik kesendirian kita masing-masing. Karena kamu milikku, aku tak ingin berbagi dengan yang lain, meski itu secuil tatap yang kau sisipkan di jalan saat berpapasan dengan yang bukan aku. Kamu milikku hingga kuputuskan bahwa kita tak lagi selaras jalan untuk terus bersatu. Kamu milikku karena aku telah membuka sudut terdalam dan tergelap di hatiku untuk kehadiranmu, tinggal kamu memilih; apakah kamu akan menjadi pelita di sana ataukah malah menambah gulita. Satu hal yang ingin kupastikan, bahwa anggapanku ini bukan hanya penegasan egoku, tapi juga berdasarkan ikrar yang kau gerakkan, kau ucapkan di hadapku. Jadi, tepatilah itu, hingga ujung menampar setiamu padaku.

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun adanya kamu… Inilah hidupku, jalanku, nasibku, adaku, harapanku, deritaku, bahagiaku. Terimalah itu seperti kamu memiliki tubuhmu, pikiranmu, hatimu, atau perihal lain yang menjadi bagian dari kamu dan tak bisa kamu tolak. Aku bukan orang lain yang kau bayangkan, aku adalah aku. Dan bila itu sudah kau ikrarkan, telah kau putuskan untuk sedia bersamaku, maka jangan khianati aku. Jangan merusak rasaku dengan hal selain diriku. Aku tidak bisa menerima itu!

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun kiranya kamu… Hingga cantikmu luluh oleh usia, kumohon temanilah aku. Hingga hadirmu lebur pada kemuning senja, kupinta setia bersamaku. Pahamilah aku hingga tak lagi tersisa jemu, jengah, dan malu di dirimu untuk berada di sampingku. Pahamilah aku, sikapku, tingkahku, takdirku, harapanku, inginku, rasaku, sebagai ungkapan cintaku yang sudah kutitipkan padamu. Pahamilah aku dalam setiap peristiwa yang mungkin membuatmu lara, dalam setiap tingkah yang mungkin membuatmu luka. Bahwa itu bagian dari puisi cintaku, sajak asmaraku, pantun hatiku… hanya untukmu..!! Jangan kau lari, kuatkan sabarmu, tenangkan benakmu.

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun sungguhnya kamu… kutegaskan, akulah terbaik untukmu! Dalam hidupmu! Pada seluruh tempuhanmu! Jangan kau ingkari itu..!! Tidak ada yang mencintaimu seperti caraku denganmu. Sebab, bila kau sudah bersamaku, kan kuhadiahkan hamparan rasa, bentangan cerita, dan ketakterbatasan cinta yang tak akan kau jumpai pada sosok selain aku!

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun mungkinnya kamu… Hidupku, peraturanku. Meski kau telah kuijinkan menyentuh hidupku, tapi kan tetap ada batas untukmu di diriku. Dan, sebelum jauh kita berlabuh, aku ingin menyatakan; aku tidak setuju bila seluruh waktuku harus kukabarkan padamu. Aku tidak suka bila kau menjejakkan langkahmu di seluruh ruang gerakku! Aku tidak terima bila kau tak mampu menjaga batas caramu menanggapi orang lain di depanku! Aku cemburu. Dan bila kau tidak bisa menerima itu, silahkan pergi dari hidupku. Jangan kau bebani aku dengan keinginan yang bertentangan dengan prinsip hidupku! Jangan kau salahkan aku dengan alasan dan kebenaran yang hanya ada di benakmu! Sebab hidupku, peraturanku!

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun aku di anggapmu.. Kutegaskan, aku mencintaimu! Dan itu yang akan terus kudzikirkan dalam setiap ruang sunyiku. Aku mencintaimu. Dan itu tanpa harus kau tanyakan alasan dan sebab mengapa seperti itu. Cukup kau pahami, bahwa dalam hamparan pelik dan bening hari, hati tetaplah sebuah telaga. Maka, pun kau yang jauh tanpa rasa, kata, jua petanda, kan selalu terkaca di sana.

Advertisements