dear my lovely fleur..

Ribuan jejak, satu langkah yang terasa.. Hari dulu, besok, atau lusa selalu kan ada cinta yang mendoakan hidupmu. Dan aku di sini, di fairy vearth yang bening, menunggu aletheia menerjemahkan setiap denyut solilokui perjalanan kita.

Tapi, hari ini rasanya ingin kumengadu. Perihal waktu yang kurasa begitu memburuku. Menjelma berat beban yang menelikung lurus pundakku. Dan tak jua bisa reda sejenak meski di mimpiku.. atau barangkali perihal kita yang tengah tertegun, menekuni kabut peristiwa, dan dihimpit gulita sebelum cahaya..

Aku hampir menyerah, terisak kalah.. nalar yang lumpuh, hati yang lusuh.. Membayangkan engkau yang kan menjauh. Mengingat keinginan yang luka sebelum sempat terbaca.. meski di sana ada hasrat yang hanya terungkap lewat kata, kau dan aku kan selalu bersama..

Tapi seringkali sejenak waktu membuatku labil.. bahwa kearifan peristiwa mangajarkanku hal itu akrab dengan fairytopia kita.. aku tak ingin terus bermimpi.. aku ingin hidup dalam kenyataan akan cita-cita itu. Dan, tentu kau pahami, bila ia tak kunjung terjadi, maka tak ada lagi yang tak lekang pada diri.. aku tlah mati..

Duh, frasa ini semakin singkat.. Aku ditinggalkan kata-kata.. Bahasaku telah menjadi fatamorgana.. dan hanya cinta yang membuat aku selalu teguh di sana..

Bandung pagi…
Rimura K.

Advertisements