Kalau pada saat nanti aku tak lagi mampu berada di sisimu.. tak lagi sanggup menjunjung setia sumpahku.. apa yang layak kukenang di hadapmu..?

Tunggulah sebentar.. hingga sempat kuakhiri pergulatan sunyi ini. Kuusaikan segala cedera hidupku.. juga luka sejarahku.. sungguh, aku tidak akan menyerah atas semuanya.. sebab, apa yang kuikrarkan, kubisikkan, kuderaikan, kulabuhkan, adalah lanskap keberartian yang tidak boleh kuurungkan kehadirannya. Pun itu mesti mengelakkan pahammu akan diriku pada anggapan yang asing.

Kalau pada masa nanti kau tak lagi mampu membaca adaku di hatimu.. tak lagi sanggup menahan jemumu, merobek gelisahmu tentang diriku.. apa yang tersisa untuk kututurkan di belakangmu..?

Tunggulah sebentar.. hingga bisa kurebut ragu di rasamu.. kurenggut kelu di benakmu… sungguh, titipkanlah sekejap ikhlasmu untukku di jalan itu.. karena, apa yang kau harapkan, kau catatkan, kau deraukan, kau nyanyikan, adalah hamparan makna yang selalu kuteguhkan niatku di dalamnya. Pun itu harus menyilangkan segenap tempuhan dan cita-citaku pada pelangi yang lain.

Tunggulah sebentar.. mungkin dengan itu kisi kisruh waktuku kan terobati.. dan sudut kalut mimpiku kan terjaraki..

Tunggulah sebentar….!

Cibiru Subuh
Rimura K.

Advertisements