Manusia? itu parasit, tahu!! yang menghuni di setiap tiang kehidupan, atas pengalaman membuatnya tak ingin lepas dari rasa memiliki. merupakan sebuah konspirasi baru dari berbagai momennya. Lantas apa yang patut dihargai bagiNya ? Duka Atuh Anjing!!. Berdiri diantara batu Institusi, Sistem Nilai (etika), karakteristik Pemikiran, dan diakhiri oleh Ibadah sebagai almamater sakral yang membuat objek persembahan. Maka tersebutlah satu legalitas Religi. Kenapa gitu? Tidak!!. Tetapi Dengan legalitas Religi yang berwajah serius menuntun sebuah harapan dan keinginan serta pencerahan di alam berikutnya. Wadhuk!! Kondom sebagai penawar dari kecemasan, kesesalan yang selalu menghantuinya, terutama setelah segala konsepsi nyeleweng dari gagasan instrumental. Lebok goblok!! Aing oge nyeri hate ibarat mesat silet dari lubang anus. iihhh linu, bayangkan dulu. OK (siga nuhayang sia mah!)
Maka dari segala upaya secara tidak langsung, kausalitas dari kenyataan menjadi lebih berlangsung dan melaju kata, mensintesa bahasa, membatistuta makna. Unuk akan hal inilah suatu legitimasi dari erlementari Chaotic (kekacauan) di dunia. Hal inilah yang membentuk suatu pirmid Sakral yang megah meruah. Huah huah huah 20X (ulang) hoyah. Dengan melajunya waktu dalam ruang dan keyakinan yang mencandu, ide-ide itu diwariskan kepada anak-anaknya untuk selau mengaktualisasikan sikap (ritual) penyerahan dan ketundukan terhadap hal yang diangap transcendent. Dengan ini mereka mersa hidup damai, Benarkah itu? Aah Kataaanya, baleg beubeul !! Padahal biasa-biasa bae. Read the rest of this entry »

