Posts Tagged ‘rasio’

Yang Luput dari Sebut

August 7, 2008

SEMARUKNYA-LAH DIJATUHI HUKUMAN MATI atau dilempari seperti babi buruan, bagi si nenek yang melarang sang cucu bermain di luar rumahnya atau di kandang babi, karena berpikir bahwa lingkungan adalah skapkapitalisme dan jeruji dosa. Sebagai H O M O V I S I U S seharusnya sang nenek menyuruh sang cucu tetap bermain dengan membekalinya seekor Babi. Kemudian biarkan sang BABI mengacak-abrik lingkungan sekitarnya, Memerahkan Dan Memarahkan Sitem adalah alasan paling rasional untuk terus bertahan dalam “KEANJINGBABIAN” DUNIA dan SEGALA APA YANG ADA DI DALAMNYA..!!. Khkhkhkhkhkhkkkk Cuhhh.!!

PERSETAN Dengan Mulut Ideal para pengkhutbah, pemikir, cendekiawan, filsuf, komentator, suporter, kegoblokan Kultural, ilusi norma-norma sosial, juga kebisingian spiritual di altar-altar persembahan babi bagi para dewa yang tak tak pernah membaca komik. Keperluan pertama manusia sekarang adalah Batu, Palu, Kapak, Babi, dan Minyak Tanah untuk bersama-sama melempar-hancurkan dan memporak-abrikkan gedung dan gudang kehidupan, lalu membakarnya seraya bernyanyi: “REQUIEUM AETERNAM HUMANE”. Lawan: Anjing.!! Anjing.!!. Read the rest of this entry »

Untuk Ibu Pertiwi; Sebuah Renungan

July 29, 2008

DOGGY……Warrrruuujkdh Dhfgbl.

Inilah ‘Libido Masokis Bahasa’ dan ‘Rasio Sarkatis’. Menajam dan mengerang tanpa kondom-kondom moral.  Berpaling dari ideologi masturbasi ke dalam neurotisme-vandal. Saat kenyataan dan fakta keseharian adalah kejalangan binatangisme, setanisme, onani kemerdekan, bualan kesejahtraan dan dusta kebudayaan!. Terinspirasi pornoaksi dan parodi sensual ala yang memulas seks dalam retorika seni aksi. Terinfeksi moralitas Teletubies yang diadopsi dewan legislatif di MPR-DPR!. Terbius kerlip etalase yang menikam otak dengan belati harga dan megalomanisme-marketing!. Teriris jerit jelata yang diinjak dan dicaci keseronokan sistem pemerintahan!. Mari kita teriakan ayat suci dari kitab balangah: ANJING! ANJING!

Menjadi anak dari sebuah ibu pertiwi tak lebih dari sekedar konstruksi genital, Babi!. Morfologi purba, nudisme yang dianut Adam dan Hawa saat mitos sorga firdaus merajalela. Memaksa bangsa memburu payudara dan selangkangan tanpa dijurigi kedunguan dosa-dosa profan. Terkungkung ruang waktu yang menggenangkan muncaratan sperma pada peta-peta sejarah manusia. Terpenjara kebegoan oral falsafah hidup. Terbusukkan oleh desah senggama ideologi yang diperkosa sistem dan kuasa. Berpaling dari ideologi ke masturbasi. Epistemologi politik, political will, sistem pemerintahan, ideologi dan kekuasaan  selalu saja diucapkan dalam bentuk kobaran api, perang, penindasan, penghisapan, pembodohan dan penipuan nasional. Legalitas dan stabilitas diselendupkan dalam aroma darah. Membungkus nasionalisme dengan wabah kebobrokan yang menggurita. Kesetaraan semu dibalik catatan kelam ketergantungan, tunggakan (k)utang IMF, kejalangan korupsi, rekapitulasi proposal yang mengatasnamakan rehumanisasi dan produksi SDM – SDA – SDG (Sumber Daya Gaib). Pembangunan, pemerataan dan pemberdayaan selalu meminjam kosa dan paradigma CULAS. Read the rest of this entry »