
SEMARUKNYA-LAH DIJATUHI HUKUMAN MATI atau dilempari seperti babi buruan, bagi si nenek yang melarang sang cucu bermain di luar rumahnya atau di kandang babi, karena berpikir bahwa lingkungan adalah skapkapitalisme dan jeruji dosa. Sebagai H O M O V I S I U S seharusnya sang nenek menyuruh sang cucu tetap bermain dengan membekalinya seekor Babi. Kemudian biarkan sang BABI mengacak-abrik lingkungan sekitarnya, Memerahkan Dan Memarahkan Sitem adalah alasan paling rasional untuk terus bertahan dalam “KEANJINGBABIAN” DUNIA dan SEGALA APA YANG ADA DI DALAMNYA..!!. Khkhkhkhkhkhkkkk Cuhhh.!!
PERSETAN Dengan Mulut Ideal para pengkhutbah, pemikir, cendekiawan, filsuf, komentator, suporter, kegoblokan Kultural, ilusi norma-norma sosial, juga kebisingian spiritual di altar-altar persembahan babi bagi para dewa yang tak tak pernah membaca komik. Keperluan pertama manusia sekarang adalah Batu, Palu, Kapak, Babi, dan Minyak Tanah untuk bersama-sama melempar-hancurkan dan memporak-abrikkan gedung dan gudang kehidupan, lalu membakarnya seraya bernyanyi: “REQUIEUM AETERNAM HUMANE”. Lawan: Anjing.!! Anjing.!!. Read the rest of this entry »

