Posts Tagged ‘puisi’

Enigmatic Me

September 17, 2009

Untuk Kamu: Kejoraku

Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata. Aku mengenalmu, lalu sedikit sempat merindukanmu, dan sekarang kehilanganmu. Hanya itu yang aku tahu. Tapi tetap saja ia kembali menjadi persoalan semu dalam jelajah waktu.

Tidak semua perihal tentu, adalah hal yang biasa. Hidup bertahun rasanya cukup untuk mengajarkan bahwa rasa berawal dari peristiwa, ingatan bermula dari kejadian, dan apa yang pernah terbayangkan tidak selalu jujur dalam kenyataan. Kuharap ini menjadikan kejujuranku tidak keluar dari kebiasaan. Dan jika detik ini lembaranku menjumpaimu dengan paraghraf yang haru, itu lebih dikarenakan aku takut kembali kehilangan kamu. Ah, hanya itu.. Read the rest of this entry »

Artography Hati

April 26, 2009

telah aku sampaikan:
aku datang dari yang hening, bernyanyi tentang keruh dan bening, hidupku sunyi syahdu seiring, riwayatku singkat nasib berpaling, hariku runyam berbalut uring, cintaku layu hati nan kering..

telah aku sampaikan:
aku datang dari yang lirih, bernyanyi tentang puing dan serpih, hidupku absurd tak memilih, riwayatku kabur rambut memutih, hariku lusuh berpalang risih, cintaku patah hati nan perih..

telah aku sampaikan:
aku datang dari yang luka, bernyanyi tentang sajak airmata, hidupku redup cahaya senja, riwayatku dendam di ujung renta, hariku lumpuh seribu asa, cintaku hilang janji nan fana.

Perempuan..
Pada riuh utopia dan kemewaktuan cinta, aku menyua diriku telah terbaring mengharap runtuhnya persada bising. Aku lalu membaca Sartre, tentang neraka di dirimu, tentang faktisitas yang membiru. Sebab sekali waktu ia pernah berbicara tentang sakit . . . tentang seribu terjal yang menjadi belukar ketakutan dalam diri. Bahwa itu adalah palung keterasingan yang kan menyapa setiap angan. Bahwa ia adalah muasal segala puji dan cacian. Saat suara hati didengarkan, ia pun merayapi kesadaran. Begitu pun aku . .

Ini kali aku tak lagi mampu menahan deras ungkapan dari hati. Aku ingin berbicara sekadar penanda keterjagaanku dari mimpi. Tentang ruang dan waktu, tentang pekik dan gerutu, tentang luka dan sembilu, tentang cinta nan pilu . . . Read the rest of this entry »

Amorfati Hati

July 24, 2008

Perempuan, apa kabarmu..? pertanyaan ini seolah menyentuh batasku. Sebuah kerinduan yang mengunjungi dian. Bahwa aku ingin merapatkan kasihku di hatimu. Menjujurkan hasratku di benakmu. Meski dengan itu aku telah membelah malam, memadatkan makna rembulan. Berharap datangkan yang tertulus dalam ucap yang tepat. Dan tahukah engkau.? Yang terlontar hanya itu dalam mampuku.

Perempuan, kita sama-sama tahu, bahwa di balik selokan kerling yang kita suakan, ada luka sejarah yang menganga, membaluri perjalanan kita. Begitu serut, getir dalam bayang, dan aku tak jua kunjung bisa membalutnya. Bagiku keyakinan, dan bagimu ketabahan. Aku padamu di telas nurani yang terbening. Read the rest of this entry »

Catatan Jarak; Mei dan Aku

July 24, 2008

“Untuk dunia yang terus berdusta
Aku hanya harus setia memapah dosa..”

Tapi siapakah diri..? aku tidak banyak mengerti akan hal-hal yang mungkin bisa mendinginkan harimu. Apalagi yang mampu membasuh jiwamu. Yang aku tahu bahwa setiap detak, langkah, nafas, dan segala makna juga prinsip hidupku adalah batas yang kubangun dan tak akan kulampaui. Kalaulah pada titik itu kamu tidak jua bisa merebahkan penatmu di bahuku, kamu yang tetap setengah hati mencecap hadirku, mungkin itulah batas yang kamu bangun. Aku hargai itu. Aku hormati semua penolakanmu, semua diammu, semua alasanmu bahwa apa yang kita jalani memang mesti begini adanya. Tapi, aku kecewa, sebab tidak sedikitpun kamu sudi tuk menengok bahwa aku menapaki semua ini bak berbaring di altar-altar waktu yang mengunci semua gerakku. Tidak sekejap pun kau melampirkan ikhlas sapa untuk menunggu ketertinggalanku mengejar arti lain dirimu.

Lalu, aku pun luka.. Read the rest of this entry »