Posts Tagged ‘hidup’

Catatan Perjalanan 1

November 11, 2008

aku hanya sempat menjemput rindu dari kutipan parasmu..
sebelum letih bertukar tunggu dengan ragu,
dan waktu menyamarkan keheningan semu..

Huaahhhhhhhhhhhhhhh… akhirnya bisa kembali mengunci diri pada blog sewaktu ini. setelah 2 bulan penuh mengunjungi masa lalu alias mudik ke rumah ortu. Perjalanan yang meletihkan memang, sesudah 3 tahun berlalu tanpa kabar pada sang ibu (maafin y ma…). Aku berangkat lewat senja yang berangin dan hati yang diliputi ingin. Tentu saja ia dikarenakan anak mana yang tidak dihinggapi kerinduan pada sang ibu? Malin Kundang aja balik lagi mesti sekadar menjadi batu. Begitulah kira-kira alasan dalam diri menutup keraguan dan membuangnya di balik hujan yang memayungi sepanjang perjalanan.

Hari-hari sekejap terasa berlalu. Kerinduan, ramah tamah, dan etika keluarga yang semula memagari diri di awal tiba pada tanah kalimantan, kini memudar menjadi “sesuatu yang biasa”. Sesuatu yang ada tapi tak disadari adanya, seperti matahari. Setiap hari ia menghidupi, memberi terang dan cahaya pada segenap diri, namun dalam kurun 24 jam waktu melingkupi hari, adakah sempat berpikir tentang hadirnya di muka bumi.? Aku kira ia terlampau sering kita lupakan, karena “sang matahari” memang terlalu biasa. Bayangkan bila ia menghilang sehari saja, pasti semua orang akan kembali mengingatnya. Nah, kembali pada cerita semula. Kerinduan yang terobati, kini berbalik menjadi kerinduan untuk segera pergi, [entah kenapa aku tidak pernah betah berada di rumah].

Tanah ini tidak lagi sama. Itulah yang menjejali pikiranku menghirup udara di kalimantan ini. Seolah kebisuan namun bercerita. Tentang musim latanahsilam yang biru tak berdebu, namun kini berbalik hitam penuh empedu. Rimbunnya hutan digantikan oleh masokisme pertambangan. Entah apa yang akan disebut oleh roh bumi jika kita bisa mendengarnya.. Aku tak bisa membayangkan tumbal yang akan diambil bunda pertiwi sebagai harga yang mesti dibayar atas tindakan pengrusakan tubuhnya. Aku ingat pada hikayat Syekh Lemah Abang yang mesti mengucurkan darah untuk mengurangi amarah bumi, apakah itu yang mesti dilakoni..? Entahlah, toh pada hening lembayung sekali lagi aku cuma bisa termangu. Read the rest of this entry »

13 Cara Hidup Menjadi Pecundang..!!

August 19, 2008

  1. Kalo kamu seperti saya, terlahir dengan wajah teramat cakep, penuh daya pikat, tapi tidak punya pacar, ato pacarnya dinikahin ama orang laen, ato tiba-tiba melarikan diri dari suatu hubungan tanpa alasan, kamu adalah pecundang..!!
  2. Kalo kamu seperti saya, tumbuh di keluarga yang cukup berada, bisa membeli apa saja, tapi tiba-tiba kehilangan segalanya, dan tidak tahu di mana keluarganya sekarang berada, ato punya dana tapi tidak mengerti untuk apa, kamu adalah pecundang..!!
  3. Kalo kamu seperti saya, punya otak yang sangat brilian, hafal banyak rumus, teori, dan kearifan, selalu nomer satu dan terunggul di bidangnya, langganan beasiswa, tapi tidak mampu merumuskan hidup dan menghitung peruntungan sendiri, tidak bisa menjadi layaknya Einstein, Hawking, Wolfram, ato Habibie, kamu adalah pecundang..!!
  4. Kalo kamu seperti saya, punya kemampuan berbahasa yang unik, tutur ‘parole’ sastrawi yang elegan, citra puitis yang anggun, bahkan menguasai 4 bahasa, tapi tidak mampu menyairkan harapan dalam hidup, tidak bisa menjadi laiknya Chairil Anwar, Mbah Goenawan Muhammad ato sekadar seperti Sutardji “Ketua RT penyair” caldzoum Bahri, kamu adalah pecundang..!!
  5. Kalo kamu seperti saya, ramah, santun, penyayang, baik hati, jujur, berbakti, teguh pendirian, sabar, rajin menabung, dan pintar mengaji, tapi tidak mampu membangun diri, menjadi nabi untuk hari-hari yang semakin ngeri, kamu adalah pecundang..!!
  6. Kalo kamu seperti saya, punya kemampuan programming yang mumpuni, tapi hanya bisa menjadi blogger ecek-ecek yang tidak tertarik program afiliasi dan adsense bau terasi, lebih memilih blog gratisan, dan menulis asal-asalan, kamu adalah pecundang..!!
  7. Kalo kamu seperti saya, yang bekerja di beberapa tempat, tapi memilih kabur dengan tidak hormat karena menuturkan kata hati, ato bahkan dipecat karena memilih teguh pada prinsip diri, dan sekarang bangga menjadi pengangguran sebab lowongan kerja tidak ada lagi, kamu adalah pecundang..!!
  8. Kalo kamu seperti saya, mantan mahasiswa filsafat yang menguasai hampir seluruh pemikiran dari zaman klasik hingga posmo, punya bejibun buku dan terlatih berpikir metodis, sistematis, analitis, najis, tapi lebih memilih membaca komik dan menonton bokep karena pusing berteman dengan teori, kamu adalah pecundang..!!
  9. Kalo kamu seperti saya, mengenal dan memahami betul ajaran-ajaran spiritual dan teologi, hafal kitab suci, ujaran para nabi, dan fatwa aneh MUI, bahkan hafal dan mengerti syair-syair Rumi, Ibn Arabi, hingga Ronggolawe, tapi tidak mampu menjauhkan diri dari rasa takut akan mati, ato bahkan sering kehilangan arti, kamu adalah pecundang..!!
  10. Kalo kamu seperti saya, terjebak dalam kondisi hidup yang sulit, kesempatan yang semakin sempit, keuangan dan usaha yang terus pailit, kesehatan yang sering memburuk karena sakit, anjrittt… kamu adalah pecundang..!! Read the rest of this entry »

Terimakasih Cinta..

August 9, 2008

Diam, jarak, dan musim yang berlari
Tlah kutautkan padanya sisi hati
yang tak pernah letih
Hanya mengingatmu..

***

Perempuan..
Pada akhirnya ada yang mesti selesai dalam kisah. Setelah kita tak lagi mampu menatap bagaimana yang semestinya. Kau yang menyerah dan aku yang tak bisa mencegah. Tapi, apapun nyinyir di tubir mimpi yang didapati, aku sempat bahagia. Dan kuharap itu bisa kau ingat sebagai penanda untukmu satu cinta dari hati.

Perempuan..
Jalanku memang terjal. Perangaiku pun cukup berliku. Sungguh, aku sadari itu. Tapi, aku bukan tanpa upaya untuk merubah diri. Dalam banyak hal aku salah, itu pun kuakui selalu. Namun, aku bukan tanpa alasan menjujurkan sikap yang telah kau temui dari diri. Egoku terlalu kental, itu juga tak kuhindari. Hanya, aku bukan tanpa sesal bila teringat setelahnya.

Perempuan..
Ada beragam perihal yang mungkin telah melukai dirimu. Ada bermacam peristiwa yang kau alami denganku dan itu menyakitimu. Hanya, kuharap kau mau sebentar saja memahami bahwa itu tak lebih dikarenakan kelimbunganku memastikan artiku di hadapmu. Aku menyayangimu, dan itu berulangkali kuteguhkan pada setiap gerakku. Aku ingin kamu meskipun aku tak pernah tahu bagaimana sebenarnya kau memaknaiku. Kalaupun ada yang melenceng dari niatan itu, mengertilah bahwa itu kan kuperbaiki.

Perempuan..
Saat kau bilang bahwa kau letih dan tak ingin lagi melirihkan semua ini, Aku tergetar. Nanar menahan isak sesal dan harapan yang seolah terjungkal. Aku tak mampu dan tiba-tiba kehilangan daya untuk berbuat yang mungkin benar. Duniaku kembali hampa, menjadi gulita tanpa terang yang sudah kau beri. Bila saja masih ada kesempatan untukku meluruskan segala, aku akan bersimpuh di hadapmu sembari berkata; tunggulah sebentar.. jangan kau pergi hingga usai semua labil diri. Tunggulah sebentar.. jangan kau beranjak hingga runtuh semua keras hati.. Tapi itu tak kudapatkan, dan aku hanya bisa pasrah mengiyakan. Read the rest of this entry »

Tentang Nilai dan Hidup

July 29, 2008

AIR mengalir dan terus mengalir menyelinap pelan-pelan masuk dalam rongga kering pori-pori tanah, tanpa riuh piuh, tak mengingini apa-pun. Sebuah sikap dari akhir kesadaran untuk berdiri sendiri, meniduri keinginannya. Tak mudah memang sudah hukum dari sononya!. Meskupin dibalok-bilak tetep aza monopoli. Mungkin sekedar kenyataan yang terus menerus sesuai kapasitas potensial realitas, tapi sekali lagi siapa yang mengerjakannya. Ah pusing anjing!!!

Perlawanan ARUS menyusahkan tapi ada kesopanan dan kesesuaian estetis yang membuat hati merangkul, meraih alam semesta ini, rasanya LEGAH. Satu yang mungkin digarisbawahi: pengkebirian yang muncul dari lubang-lubang masa silam, membuat buta. Bukan buta yang disadaringini tetapi buta yang terus turun temurun dari mitologi Adam sampai CIMBERFIC. Sejarah memang BAU. Mendingan momok, meskipun bau tapi membuat anjing-anjing bertanya: “apakah lewat lubang itu manusia turun?”. Mereka adalah yang ingini kalian ikuti dengan dalih perjanjian primordial mitologis, politis, mitis. Satu pernyataan {dalam tulisan sebagai media pelantara eksistensi } “Najis” Aing KUDU percaya sama yang mereka yang menjunjung gunung mengawang-ngawang takpunya gawang tanggungjawab. Read the rest of this entry »