Posts Tagged ‘hati’

Padamu Tuhanku…

August 28, 2008

Tuhan..
Kadang aku ingin bertanya: dalam dunia apakah aku hidup sekarang ini..? Jalinan kehendak-Mu yang seperti apa yang melingkarinya..? Bagaimana aku memahami semua yang terjadi? Tapi itu tak pernah berani kuajukan. Karena aku mungkin terlamapu takut itu bisa meremukkan gagasanku tentang diri-Mu.

Tuhan…
Tapi masalahnya: Aku berdiri di altar dan hari yang dipenuhi sesaknya ironi cinta dan kamarahan-Mu. Entah harus bagaimana mengimani diri-Mu dalam kondisi seperti itu. Lintang hidup sekitarku sesak oleh tragedi rumitnya menuntaskan emosi. Apa gerangan yang menyebabkan seperti ini..? Sementara oleh kesetiaan pada anggapanku tentang diri-MU, aku diam-diam telah menjadikan-Mu Tuhan yang menjaraki benak dari semua jawaban, bahkan kemungkinan.

Tuhan….
Mungkin sebagian besar peristiwa bisa teruraikan oleh sucinya ayat-ayat dan petunjuk para penafsir-Mu. Tapi itu kurasakan hanyalah menjadikan hadirmu bak singularitas tanpa cerita. Lalu tiba-tiba aku hanya harus yakin bahwa dari sana ruang, waktu, materi energi bahkan pertanyaan ini lahir. Dan percayalah..! titik. Maaf, aku tidak bisa seperti itu.

Tuhan…
Tidak ada keraguan pada diri akan keagungan-Mu. Tidak ada kebimbangan dalam hati tentang ke-Mahaan-Mu. Tapi, hidup ini terlampau singkat dan silap untuk ikut terlibat dalam renungan yang panjang akan diri-Mu. Apakah aku cukup berharga hingga Kau beri kesempatan hadir di dunia ini..? Ataukah ini sekadar pemenuhan takdir yang tak bisa kutolak bahkan jikapun itu menjadikan diriku ‘hitam’ di depan-Mu..? Read the rest of this entry »

Terimakasih Cinta..

August 9, 2008

Diam, jarak, dan musim yang berlari
Tlah kutautkan padanya sisi hati
yang tak pernah letih
Hanya mengingatmu..

***

Perempuan..
Pada akhirnya ada yang mesti selesai dalam kisah. Setelah kita tak lagi mampu menatap bagaimana yang semestinya. Kau yang menyerah dan aku yang tak bisa mencegah. Tapi, apapun nyinyir di tubir mimpi yang didapati, aku sempat bahagia. Dan kuharap itu bisa kau ingat sebagai penanda untukmu satu cinta dari hati.

Perempuan..
Jalanku memang terjal. Perangaiku pun cukup berliku. Sungguh, aku sadari itu. Tapi, aku bukan tanpa upaya untuk merubah diri. Dalam banyak hal aku salah, itu pun kuakui selalu. Namun, aku bukan tanpa alasan menjujurkan sikap yang telah kau temui dari diri. Egoku terlalu kental, itu juga tak kuhindari. Hanya, aku bukan tanpa sesal bila teringat setelahnya.

Perempuan..
Ada beragam perihal yang mungkin telah melukai dirimu. Ada bermacam peristiwa yang kau alami denganku dan itu menyakitimu. Hanya, kuharap kau mau sebentar saja memahami bahwa itu tak lebih dikarenakan kelimbunganku memastikan artiku di hadapmu. Aku menyayangimu, dan itu berulangkali kuteguhkan pada setiap gerakku. Aku ingin kamu meskipun aku tak pernah tahu bagaimana sebenarnya kau memaknaiku. Kalaupun ada yang melenceng dari niatan itu, mengertilah bahwa itu kan kuperbaiki.

Perempuan..
Saat kau bilang bahwa kau letih dan tak ingin lagi melirihkan semua ini, Aku tergetar. Nanar menahan isak sesal dan harapan yang seolah terjungkal. Aku tak mampu dan tiba-tiba kehilangan daya untuk berbuat yang mungkin benar. Duniaku kembali hampa, menjadi gulita tanpa terang yang sudah kau beri. Bila saja masih ada kesempatan untukku meluruskan segala, aku akan bersimpuh di hadapmu sembari berkata; tunggulah sebentar.. jangan kau pergi hingga usai semua labil diri. Tunggulah sebentar.. jangan kau beranjak hingga runtuh semua keras hati.. Tapi itu tak kudapatkan, dan aku hanya bisa pasrah mengiyakan. Read the rest of this entry »

Untuk Kamu..!!

August 8, 2008

Untukmu temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun kamu. Yang jelas, baca tulisan ini baik-baik, huruf demi huruf, kata per kata, kalimat, paraghraf, hingga satu wahyu hati yang ingin kusampaikan padamu kali ini bisa kau beri arti…

Kamu, temanku, kekasihku, tetangga jauhku, atau siapapun kamu… harus aku sadari dan akui bahwa sebulan ini aku telah menyematkan pilihan hati pada satu sosok diri. Dan itu kamu..!! Jadi, jangan membuatku patah apalagi sampai berlumuran darah, sebab aku tak ingin lagi jatuh terpuruk pada peristiwa yang sia-sia. Kamu milikku..! hanya untukku.!! dan akan terus kukukuhkan itu dalam riuh dan sepiku, dalam sadar dan mimpiku, baik di hadapmu ataupun di balik kesendirian kita masing-masing. Karena kamu milikku, aku tak ingin berbagi dengan yang lain, meski itu secuil tatap yang kau sisipkan di jalan saat berpapasan dengan yang bukan aku. Kamu milikku hingga kuputuskan bahwa kita tak lagi selaras jalan untuk terus bersatu. Kamu milikku karena aku telah membuka sudut terdalam dan tergelap di hatiku untuk kehadiranmu, tinggal kamu memilih; apakah kamu akan menjadi pelita di sana ataukah malah menambah gulita. Satu hal yang ingin kupastikan, bahwa anggapanku ini bukan hanya penegasan egoku, tapi juga berdasarkan ikrar yang kau gerakkan, kau ucapkan di hadapku. Jadi, tepatilah itu, hingga ujung menampar setiamu padaku. Read the rest of this entry »

Amorfati Hati

July 24, 2008

Perempuan, apa kabarmu..? pertanyaan ini seolah menyentuh batasku. Sebuah kerinduan yang mengunjungi dian. Bahwa aku ingin merapatkan kasihku di hatimu. Menjujurkan hasratku di benakmu. Meski dengan itu aku telah membelah malam, memadatkan makna rembulan. Berharap datangkan yang tertulus dalam ucap yang tepat. Dan tahukah engkau.? Yang terlontar hanya itu dalam mampuku.

Perempuan, kita sama-sama tahu, bahwa di balik selokan kerling yang kita suakan, ada luka sejarah yang menganga, membaluri perjalanan kita. Begitu serut, getir dalam bayang, dan aku tak jua kunjung bisa membalutnya. Bagiku keyakinan, dan bagimu ketabahan. Aku padamu di telas nurani yang terbening. Read the rest of this entry »