
Sekadar mengisi malam. Ceritanya tadi siang seusai makan di warung Nasi Gila dengan seorang teman (cowo, tapi bukan Ryan Jombang “the killer insting”), kami langsung menyibukkan diri di Pusat Komputer sebuah kampus. Browsing, Ngegame, bloging, atau apalah.. yang jelas manfaatin fasilitas internet gratis dan bukan ‘bobogohan’ ciga Ryan Jombang (naoon deui teu nyambung..). Nah, singkat kata, singkat cerita.. Title ‘maniak, pembunuh berdarah dingin’ itu emang keren buat Ryan, tapi homonya itu yang ga kuat, haha.. Eh, ko kesana topiknya..? hmmfhhh..
Serius…!! Jadi, ketika kami berdua asyik ngenet, aku menemukan sebuah ebook berjudul “47 Facts about Women”. Wow, sepertinya buku ini terus dibaca oleh Ryan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak menyukai kalangan ini (lha… ko kesana lagi..? argghhhh..!!). Anyway, setelah membaca dan membuka kamus online karena ada beberapa vocab yang ga ngerti, kira-kira begini hasil dari “47 fakta tentang perempuan” itu. Jangan tersinggung, jangan marah, setelah membaca ini. Kalaupun mau marah silahkan datangin pengarangnya di luar negeri sana. Hehe..
Ini dia “47 Fakta tentang Perempuan”:
- Perempuan adalah makhluk yang senang sekali “jajan”. Sebab, dalam anggapan mereka, toko, warung, mall, supermarket, atau pasar adalah tempat di mana mereka seolah merasa terkontrol (padahal buktina mereka sangat “lost control” di tempat itu).
- Perempuan sangat menyukai segala hal yang bersifat “tawar-menawar”. Jadi, pertanyaan tentang ‘apakah itu dibutuhkan’ tidaklah relevan. Bagi mereka, segala sesuatu yang dijual dan ditawarkan ibarat sebuah permainan yang mengasyikkan dan adil.
- Perempuan pada dasarnya tidak punya sesuatu untuk dipakai. jadi, jangan bertanya tentang rak baju di dalam kloset, kamu “hanya harus tidak mengerti kenapa”.
- Perempuan butuh menangis. Dan mereka tidak akan menangis kecuali mereka tahu bahwa kamu bisa mendengarnya.
- Perempuan akan selalu bertanya tentang sesuatu yang tidak mempunyai jawaban pasti. Ini adalah upaya mereka untuk membuatmu merasa bersalah.
- Perempuan butuh berbicara. Jadi, mereka akan selalu ngobrol, ngomong, alis ngacapruk, karena berdiam diri atau menutup mulut sangat menyiksa bagi mereka, walaupun mereka sebenarnya tidak ada yang ingin dibicarakan.
- Perempuan butuh untuk merasa bahwa ada orang lain yang lebih ‘buruk’ dari mereka. Itu kenapa acara-acara seperti Oprah Winfrey Show sangat sukses. Read the rest of this entry »
