
Tepat jam 16.45 WIBJ (Waktu Indonesia Bagian Jawa…) ceritanya membuka email yang beberapa hari ini kubiarkan saja dipenuhi SPAMM (Surat dan Pesan Aing Males Macana: undangan friendster, info terbaru One Piece, dan tentu saja ‘pesan cinta’ dari orang-orang yang sama sekali ga penting…). Nah, karena ga ada kerjaan sore itu, aku iseng membuka beberapa SPAMM, dan ciluuuukkk baaaaaa…. Aku menemukan surat yang menarik dari seseorang berinisial “L” (bisa Limusakeureut, Lieur, Leho, Lebok, Lasso Arie, Lestari Bunga Citra, Lu kira lu cakep? dll). Pesan tersebut kira-kira isinya gini: “apa kamu ga berperasaan? Apa kamu mengira kamu adalah Don Juan? Kamu tu cuma maenin aku… bla… bla… (sisanya caci maki kerinduan gitu degh.. hehe..). Aku baca pesan ini berulang-ulang, karena emang ga tau sapa yang kirimnya. Namanya terdengar ”asing sekaligus pernah kukenal”. Hmm… siapa ya..?
Nah, pendek kata pendek otak, setelah merenungi dengan banyak khidmat dan khusyu’, akhirnya inti pesan tersebut kutemukan. Oooo… orang berinisial ”L” ini sebenarnya ingin bertanya gimana caranya menjadi Don Juan (”Bilang donk ”eL”…”). Aku sendiri tentu bukan Don Juan, bukan Playboy cap kabel, cap ember, cap kaki tilu, dsb. Tapi, pada suatu waktu yang aku tak tau kapan pastinya, itu pernah kualami. Punya pacar pokok 6, dengan pacar cabang tak terhitung, hehe.. Pacar pokok ato PP sendiri bagiku kira-kira bisa diartikan sebagai ”pacar yang emang ada ikrar dan janji sebagai pacar” (tapi aku ga janji buat ga nambah pacar lagi…). Pementara pacar cabang alias PC ini bagiku adalah orang-orang (baik perempuan ataupun cewe, halik siah jalu..!!) yang kami saling berhubungan layaknya pacaran tanpa harus aku berjanji menjadi pacar, (nu kieu mah loba baheula.. ha.. ajigh hayang deui..).
Menjadi Don Juan atau apapun istilahnya bukanlah sebuah hal yang patut dibanggakan, tapi harus dilakukan dan dinikmati tentu saja. Aku menyatakan hal ini karena memang bagiku hubungan masa muda berupa pacaran, bobogohan, ini hanyalah permainan. Lagipula memang intinya hidup itu permainan. Jadi, apapun yang terjadi dan dihadapi aku cukup menikmatinya sebagai bagian dari permainan yang sedang kulakoni. Menang, kalah, tertajong, tersikut, dll. adalah hal yang biasa terjadi. Tidak perlu sakit hati, tidak perlu membenci, tinggal rayu dikit juga udah damai lagi. Tapi, karena ia permainan, kita perlu kecermatan, kecerdasan, dan sedikit keberuntungan. Pada titik di mana kita yang memegang kendali permainan yang cantik seperti itu, kamu, kamu, kamu, dan kamu akan merasakan indahnya hidup. Caranya… gampang, trik yang dikumpulkan dari pengalaman ini rasa-rasanya (terutama buat ”L”) bisa membantu. Read the rest of this entry »

