Posts Tagged ‘aletheia’

Bahasaku: Fatamorganaku

July 24, 2008

Kuteringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi
Cinta..

[Sebelum Cahaya: Letto]

dear my lovely fleur..

Ribuan jejak, satu langkah yang terasa.. Hari dulu, besok, atau lusa selalu kan ada cinta yang mendoakan hidupmu. Dan aku di sini, di fairy vearth yang bening, menunggu aletheia menerjemahkan setiap denyut solilokui perjalanan kita.

Tapi, hari ini rasanya ingin kumengadu. Perihal waktu yang kurasa begitu memburuku. Menjelma berat beban yang menelikung lurus pundakku. Dan tak jua bisa reda sejenak meski di mimpiku.. atau barangkali perihal kita yang tengah tertegun, menekuni kabut peristiwa, dan dihimpit gulita sebelum cahaya..

Aku hampir menyerah, terisak kalah.. nalar yang lumpuh, hati yang lusuh.. Membayangkan engkau yang kan menjauh. Mengingat keinginan yang luka sebelum sempat terbaca.. meski di sana ada hasrat yang hanya terungkap lewat kata, kau dan aku kan selalu bersama.. Read the rest of this entry »

Aleitheia

July 24, 2008

Perempuan, apa kabarmu saat ini?

Akhirnya sebilah frasa janggal terlontar. Setelah lama aku mengendap dalam kekeluan yang asing: aku tak mampu menyapamu.!! Entahlah . . sejak kabut dingin menyelinap di waktuku, sejak engkau terlampau hening dalam harimu, aku hanya mampu melampirkan do’a-doa kecil; semoga dirimu damai adanya. Oh’ kenanglah, itu yang hanya do’a..!!

Jangan berkata apa-apa, dan peliharalah keinginanmu dalam hati..! seorang bijak, sebaris rio-poneghlyph Shandora yang hilang, berbisik padaku demikian. Dan itu selalu kubaca saat kusut parasku mengganjilkan semua. Saat lusuh tubuhku menjauhkan segala inginku. Aku yang senantiasa menjemput ketakutan akan batas. Aku yang terus mengeruh dalam ruang mimpiku yang pengap. Ah, aku hanya ingin mendendammu di harunya hidupku. Membasuh cinta dan diri pada nafas yang kau beri. Read the rest of this entry »