Archive for the 'Vandal' Category

Tentang Nilai dan Hidup

July 29, 2008

AIR mengalir dan terus mengalir menyelinap pelan-pelan masuk dalam rongga kering pori-pori tanah, tanpa riuh piuh, tak mengingini apa-pun. Sebuah sikap dari akhir kesadaran untuk berdiri sendiri, meniduri keinginannya. Tak mudah memang sudah hukum dari sononya!. Meskupin dibalok-bilak tetep aza monopoli. Mungkin sekedar kenyataan yang terus menerus sesuai kapasitas potensial realitas, tapi sekali lagi siapa yang mengerjakannya. Ah pusing anjing!!!

Perlawanan ARUS menyusahkan tapi ada kesopanan dan kesesuaian estetis yang membuat hati merangkul, meraih alam semesta ini, rasanya LEGAH. Satu yang mungkin digarisbawahi: pengkebirian yang muncul dari lubang-lubang masa silam, membuat buta. Bukan buta yang disadaringini tetapi buta yang terus turun temurun dari mitologi Adam sampai CIMBERFIC. Sejarah memang BAU. Mendingan momok, meskipun bau tapi membuat anjing-anjing bertanya: “apakah lewat lubang itu manusia turun?”. Mereka adalah yang ingini kalian ikuti dengan dalih perjanjian primordial mitologis, politis, mitis. Satu pernyataan {dalam tulisan sebagai media pelantara eksistensi } “Najis” Aing KUDU percaya sama yang mereka yang menjunjung gunung mengawang-ngawang takpunya gawang tanggungjawab. Read the rest of this entry »

Pokokna Mah Pendidikan

July 29, 2008

Tulisan ieu lahir gara-gara pengalaman nyata: jadi harita uing ditawari untuk menuliskan sebuah buku pelajaran bagi anak-anak SD dan SMP. wallohi, baru tau ternyata buku pelajaran ditulis oleh orang sembarangan, lalu ada cukongnya, ada penerbit yang maenin harganya. Anjing..!! Pantes buku tiap tahun ganti, hargana aya nu murah aya nu mahal, kualitasna teu puguh pastina. Hampura Gusti…

{I}

Bagaimana seorang anak haram dari rahim dunia seperti aku akan menjelaskan optimismenya, ketika usaha dan pemikirannya harus dimulai dengan sebuah pemahaman bahwa sifat-sifat seperti radikal, utopis, goblok dan pianjingeun dapat meraih segala yang dicita-citakannya ?!!

Bagaimana pula jika “seorang anak haram” diganti dengan “setiap orang”?. setiap orang tanpa terkecuali yang memiliki hasrat untuk senantiasa melakukan dan menjadi apa saja yang diinginkannya. Setiap orang berhak untuk menentukan nasibnya sendiri, sekalipun jadi anjing..!!!. setiap orang mestinya, dan harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, berjuang untuk melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penguasaan dan dominasi yang membelenggu kebebasan setiap orang untuk melakukan kreasi individualnya dalam dunia ini. Bebas dari segala bentuk hegemoni yang bersifat fisik maupun hegemoni ide-ide. Read the rest of this entry »

Sta-hate-Ment of Modernity

July 29, 2008

Tulisan ini merupakan proyeksi yang melibatkan independensi, keringat yang mengalir dari setiap tubuh menggigil, air liur yang mengucur serta air suci yang memuncrat ke setiap penjuru kamar mandi. Dimulai dari sebuah ide sederhana, namun memuakkan untuk mendokumentasikan hasil renungan sapeupeuting di kamar tentang segala hal, termasuk bagaimana cara yang paling tepat untuk membuat muka orang lain memerah pucat, sampai pada kritik (ti mimiti kritik sampeu sampai kritik cau) terhadap segala bentuk mental dan moralitas dan berakhir menjadi rangkaian histeria sarkastik yang menggairahkan. Walaupun pemikiran dan tulisan ini hanya sebatas kentut dan tai bagi semua orang, tapi aku harap mudah-mudahan kalian pingsan dengan baunya!. Maka siapa yang akan mengira bahwa jika hal yang kamu anggap menjijikan dan memuakkan ternyata menjadi sangat asyik dan keren, serta menggairahkan di kemudian hari??.

Mungkin ini adalah salah satu cara untuk membunuh kebosanan. Manifestasi dari rasa cinta pada hidup, kemuakkan pada realitas sekitar yang seolah-olah tak ingin kita ada didalamnya. Mungkin kita sudah merasa bosan dengan kepatuhan, ketundukan. Tidakkah menjadi menggelikan ketika kita terlahir menjadi sebuah mainstream baru dan melahirkan budaya caci maki? Ketika manusia seperti seonggok sampah bagi kita yang pantas untuk dibuang jauh-jauh beserta ikon-ikon yang menempel padanya. Read the rest of this entry »

Religiusitas Edan

July 29, 2008

Manusia? itu parasit, tahu!! yang menghuni di setiap tiang kehidupan, atas pengalaman membuatnya tak ingin lepas dari rasa memiliki. merupakan sebuah konspirasi baru dari berbagai momennya. Lantas apa yang patut dihargai bagiNya ? Duka Atuh Anjing!!. Berdiri diantara batu Institusi, Sistem Nilai (etika), karakteristik Pemikiran, dan diakhiri oleh Ibadah sebagai almamater sakral yang membuat objek persembahan. Maka tersebutlah satu legalitas Religi. Kenapa gitu? Tidak!!. Tetapi Dengan legalitas Religi yang berwajah serius menuntun sebuah harapan dan keinginan serta pencerahan di alam berikutnya. Wadhuk!! Kondom sebagai penawar dari kecemasan, kesesalan yang selalu menghantuinya, terutama setelah segala konsepsi nyeleweng dari gagasan instrumental. Lebok goblok!! Aing oge nyeri hate ibarat mesat silet dari lubang anus. iihhh linu, bayangkan dulu. OK (siga nuhayang sia mah!)

Maka dari segala upaya secara tidak langsung, kausalitas dari kenyataan menjadi lebih berlangsung dan melaju kata, mensintesa bahasa, membatistuta makna. Unuk akan hal inilah suatu legitimasi dari erlementari Chaotic (kekacauan) di dunia. Hal inilah yang membentuk suatu pirmid Sakral yang megah meruah. Huah huah huah 20X (ulang) hoyah. Dengan melajunya waktu dalam ruang dan keyakinan yang mencandu, ide-ide itu diwariskan kepada anak-anaknya untuk selau mengaktualisasikan sikap (ritual) penyerahan dan ketundukan terhadap hal yang diangap transcendent. Dengan ini mereka mersa hidup damai, Benarkah itu? Aah Kataaanya, baleg beubeul !! Padahal biasa-biasa bae. Read the rest of this entry »