Archive for the 'Vandal' Category

Memoar Bagimu Kawan

August 13, 2008

Saudaraku..
Surat ini seakan beranjak dari benak yang tiba-tiba tak berjejak. Bahwa ada yang silap dari ucap, ada yang runtuh dari teguh. Dan itu aku baca dari sebuah keberadaan yang kini telah kau sembunyikan. Aku tak tahu di mana lokus semboyan ab aeterno yang dulu kau ikrarkan di sini; “Lebih baik mati terlupakan, daripada diingat karena pernah menyerah”. Aku juga tak mengerti bagaimana enigma nurani yang dulu kau bacakan bisa mati. Yang aku pahami hanyalah ada yang mesti berubah dalam cara, pada makna, dan di langkah kita mencari alasan untuk menuntaskan sejuta dendam pada yang silam.

Saudaraku..
Surat ini bermula dari jiwa yang kehilangan daya. Bahwa setelah percakapan kita usaikan, segelas malam kita habiskan, tiba-tiba fajar yang kita harapkan tak kunjung datang. Ia seolah menyiratkan ada yang salah dalam kita meracuni hari, mencaci hidup dan menolak arti. Sementara kita terlanjur berangkat, menitipkan sisa amarah pada sunyi. Kau mungkin lelah, sementara aku semakin tak bernyali. Itu menyakitkan tentu, tapi sekali lagi aku pahami; ada yang salah dalam eudamonia yang kita daki, pada mata kita memandang amorfati diri.

Saudaraku..
Surat ini memberangkatkan kecemasanku tentang raibnya altar masokis generasi “Balangah” yang kita bangun. Ketakutanku tentang pudarnya arti yang selama ini menjadikan kita ada. Dan tahukah kamu, keadaan ini bak pecahan batu Sisiphus yang membuatnya tak lagi bermakna di depan dewa-dewa. Aku kecewa..!! karena kita harus mati bahkan sebelum sempat para dewa mendengar genderang perang yang kita tabuhkan. Aku kecewa sebab kita harus bercerai sebelum sempat para dewa merinding nyeri akan ritus yang kita buat nisbi. Aku kecewa.. meski dan sekali lagi aku paham; ada yang salah dalam kita meluluhlantakkan sistem di ujung madangkara yang entah kenapa menjadi surga. Read the rest of this entry »

Yang Luput dari Sebut

August 7, 2008

SEMARUKNYA-LAH DIJATUHI HUKUMAN MATI atau dilempari seperti babi buruan, bagi si nenek yang melarang sang cucu bermain di luar rumahnya atau di kandang babi, karena berpikir bahwa lingkungan adalah skapkapitalisme dan jeruji dosa. Sebagai H O M O V I S I U S seharusnya sang nenek menyuruh sang cucu tetap bermain dengan membekalinya seekor Babi. Kemudian biarkan sang BABI mengacak-abrik lingkungan sekitarnya, Memerahkan Dan Memarahkan Sitem adalah alasan paling rasional untuk terus bertahan dalam “KEANJINGBABIAN” DUNIA dan SEGALA APA YANG ADA DI DALAMNYA..!!. Khkhkhkhkhkhkkkk Cuhhh.!!

PERSETAN Dengan Mulut Ideal para pengkhutbah, pemikir, cendekiawan, filsuf, komentator, suporter, kegoblokan Kultural, ilusi norma-norma sosial, juga kebisingian spiritual di altar-altar persembahan babi bagi para dewa yang tak tak pernah membaca komik. Keperluan pertama manusia sekarang adalah Batu, Palu, Kapak, Babi, dan Minyak Tanah untuk bersama-sama melempar-hancurkan dan memporak-abrikkan gedung dan gudang kehidupan, lalu membakarnya seraya bernyanyi: “REQUIEUM AETERNAM HUMANE”. Lawan: Anjing.!! Anjing.!!. Read the rest of this entry »

Jangan Dibaca..!!

August 7, 2008

Kamis menuju jum’at. Hari ini aku tak lekang merapal jemu dalam waktu. hidup seolah menjauhi ubah. Itu-itu saja. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun berjalan tanpa mengindahkan siapa diriku. Tapi memang benar, siapakah aku..? Rasanya selain sebutir debu di maha luas semesta, aku dipastikan tak mempunyai makna lain. Sebutir debu, seonggok gumpalan daging dan tulang yang berjalan melewati kerasnya peristiwa. Walah.. semoga tidak kaduhung menjadi manusia.

Dahulu sekali sempat aku percaya bahwa hidup yang tak direnungi tak pantas untuk dijalani. Namun, seiring bertambah usiaku, justru semakin hilang arti hadirku. Apa yang pantas untuk direnungi..? Apa yang layak untuk dimaknai..? Hidup hanya menunda kematian, mungkin kehampaan. Toh pada akhirnya aku, kamu, dia, kita akan mati… sunyi… dan sendiri. Apa yang berharga di sana?

Hari ini boleh jadi ada kebahagiaan yang terengguk oleh diri. Ada rasa senang yang menyelinap diam-diam dalam hati. Seseorang mungkin datang mengabarkan tawa, dan yang lainnya mengulurkan sapa. Tapi selepas letih, setelah yang tersisa hanya layar monitor, detak jam pada dinding, dan sepoi malam yang berangin, apalagi..? kosong, lamat dalam hirup nafas yang semakin berat. Selalu ada yang tertolak oleh benak. Siapa yang ada di sana..? siapakah aku..? Apakah aku..? Read the rest of this entry »

Untuk Ibu Pertiwi; Sebuah Renungan

July 29, 2008

DOGGY……Warrrruuujkdh Dhfgbl.

Inilah ‘Libido Masokis Bahasa’ dan ‘Rasio Sarkatis’. Menajam dan mengerang tanpa kondom-kondom moral.  Berpaling dari ideologi masturbasi ke dalam neurotisme-vandal. Saat kenyataan dan fakta keseharian adalah kejalangan binatangisme, setanisme, onani kemerdekan, bualan kesejahtraan dan dusta kebudayaan!. Terinspirasi pornoaksi dan parodi sensual ala yang memulas seks dalam retorika seni aksi. Terinfeksi moralitas Teletubies yang diadopsi dewan legislatif di MPR-DPR!. Terbius kerlip etalase yang menikam otak dengan belati harga dan megalomanisme-marketing!. Teriris jerit jelata yang diinjak dan dicaci keseronokan sistem pemerintahan!. Mari kita teriakan ayat suci dari kitab balangah: ANJING! ANJING!

Menjadi anak dari sebuah ibu pertiwi tak lebih dari sekedar konstruksi genital, Babi!. Morfologi purba, nudisme yang dianut Adam dan Hawa saat mitos sorga firdaus merajalela. Memaksa bangsa memburu payudara dan selangkangan tanpa dijurigi kedunguan dosa-dosa profan. Terkungkung ruang waktu yang menggenangkan muncaratan sperma pada peta-peta sejarah manusia. Terpenjara kebegoan oral falsafah hidup. Terbusukkan oleh desah senggama ideologi yang diperkosa sistem dan kuasa. Berpaling dari ideologi ke masturbasi. Epistemologi politik, political will, sistem pemerintahan, ideologi dan kekuasaan  selalu saja diucapkan dalam bentuk kobaran api, perang, penindasan, penghisapan, pembodohan dan penipuan nasional. Legalitas dan stabilitas diselendupkan dalam aroma darah. Membungkus nasionalisme dengan wabah kebobrokan yang menggurita. Kesetaraan semu dibalik catatan kelam ketergantungan, tunggakan (k)utang IMF, kejalangan korupsi, rekapitulasi proposal yang mengatasnamakan rehumanisasi dan produksi SDM – SDA – SDG (Sumber Daya Gaib). Pembangunan, pemerataan dan pemberdayaan selalu meminjam kosa dan paradigma CULAS. Read the rest of this entry »