Tentang Nilai dan Hidup

July 29, 2008

AIR mengalir dan terus mengalir menyelinap pelan-pelan masuk dalam rongga kering pori-pori tanah, tanpa riuh piuh, tak mengingini apa-pun. Sebuah sikap dari akhir kesadaran untuk berdiri sendiri, meniduri keinginannya. Tak mudah memang sudah hukum dari sononya!. Meskupin dibalok-bilak tetep aza monopoli. Mungkin sekedar kenyataan yang terus menerus sesuai kapasitas potensial realitas, tapi sekali lagi siapa yang mengerjakannya. Ah pusing anjing!!!

Perlawanan ARUS menyusahkan tapi ada kesopanan dan kesesuaian estetis yang membuat hati merangkul, meraih alam semesta ini, rasanya LEGAH. Satu yang mungkin digarisbawahi: pengkebirian yang muncul dari lubang-lubang masa silam, membuat buta. Bukan buta yang disadaringini tetapi buta yang terus turun temurun dari mitologi Adam sampai CIMBERFIC. Sejarah memang BAU. Mendingan momok, meskipun bau tapi membuat anjing-anjing bertanya: “apakah lewat lubang itu manusia turun?”. Mereka adalah yang ingini kalian ikuti dengan dalih perjanjian primordial mitologis, politis, mitis. Satu pernyataan {dalam tulisan sebagai media pelantara eksistensi } “Najis” Aing KUDU percaya sama yang mereka yang menjunjung gunung mengawang-ngawang takpunya gawang tanggungjawab.

Suatu kenyataan ketika manusia dimasukkan dalam arus air deras: dengan lancar, sistematis terjerumus kedalam sakralitas formal sketsa realitas kosmic keserakahan. Dilema yang secara potensial menyatu dalam diri manusia: DISINTEGRASI tubuh. SATU KUDAPAT-BANYAK HAL TERBUANG HILANG. Anjing bagong causa siapa yang demikian?,

Itu terjadi ketika ada institusi dianggap suatu kasasi yang MAHAANJING, terjadi keterbuangan ke PADANG PASIR SANJING. Lewat virus–virus NILAIANJING, secara tak disadari terus terbentuk dalam batok berbulu dan berketombe, meresap kepedalaman ‘rasa’: tiada lain penyakit NEUROSA!. Penyakit batu keras kepala. Harga diri menjadi hal prinsipil pada tak menentunya muasal ‘kata’ [ teupupuguh jol percayaweh] sadarilah semuanya telah terkurung dan meng-kurang kerung ketidak mengertian, rasakan anjing kamatian itu takmenjamin adanya kesenangan jikalaupun itu terdorong oleh doctrinal maka ketika itu pula kalian menjadi korban kejahatan yang sejati.

Pada nilai itu sendiri terdapat suatu prinsip untuk pembebasan, penyadaran, penentu keputusan, jalan menuju kemerdekaan, landasan untuk perjuangan. Wah masa begitu? Di kala fasis perang Dunia ke 1, manusia ditentukan pemikirannya oleh pemerintah. Hitler dengan LENINDROW mempunyai ideologi tersendiri yang mesti dipraksiskan (terutama) terhadap kader, melalui pembelajaran dengan legalitasformal mereka sebagai ‘dewa’. Di zamannya, hukum adalah KUMAHA DIA MAU. Mungkin inilah mitos, cermin keotoriteran seorang penguasa diktatoris. Biar lebih detail kumaha Babi

Di lain tempat nilai-nilai menjadi pembaharu. Tan Malaka menjadi juru bicara (bukan juru kunci) dari INDONE-MANEH, ketika pembelaan terhadap pemerintah kolonial Belandgong untuk pembebasan rakyat yang pada akhirnya dia mati tak menentu di mana mayatnya. Kasihan deh gua namun apa arti sebuah kenangan yang malah membuat kita Gila. Lebih jelas baca sendiri Anjing

Dilematika nilai dan hidup membuat Monyet bingung, satu sisi Ia adalah dewa Madruk sisi lain dewa Tiamat: paradoks!. Tapi adakah kehidupan yang tidak membingungkan. Haha….haha itu adalah satu instrument kekesalan pikiran yang membuat efek demikian. Demikian juga pendidikan menjadi instrumen dari ketidaksanggupan menghadapi kenyataan. Maka lipatan kebusukannya begitu memadati benak-benak BIANGKEROK INTELEKTUAL, dengan aksi keparat sok paling besar di hadapan masyarakat kancil. Mengapa terjadi jijik nilai, ketika manusia merasa kecil dihadapan para intelektualis yang serakah. Dikarenakan [1] Nilai didominasi oleh kaum yang tidak mau membuka kesadarannya [2] Nilai milik keluarga besar Babi dan anjing [3] pormalisme, pragmatisme, materialisme dan binatangisme menjadi paradigma monistik [4] kurang ketegasan kolektif dari individu untuk mencuri kemungkinan hidup. Semuanya karena Anjing Babi kaum pengagung struktural. Anakku menjadi korban logika Maung.

Distansiasi kebersamaan kian menjadi dan membesar mengutuk moral sekolah, labelitas seragam, Kartu tanda pengenal, dan formulir pendaptaran + uang. Jika demikian niali bukan milik bersama atau hak asali individu akan tetapi milik SETAN-SETAN yang beralmamater sistem kapitalistik. Tai Anjing. Aku mengingini transvaluasi hidup tanpa distingsi BERAMUNISINASI dan bau terasi. Hidup bukan aliansi mahasiswa dengan label pembebasan pada akhirnya menjadi sebuah proyeksi rasa iri.

Mahasiwa adalah bentuk nyata dari kegaiban paradok, dengan citranya mereka unjuk gigi dihadapan batok [tempurung] kosong dan kepongpong korong. Sing demi uing pernah demo, balikna menta duit ti anggota dewan, nya didemo nya dipenta duitna, anjing..!!. Merekahkan mulut orasi jahiliyyah ketika kebenaran menjebak kebisuan. “Isu” menjadi sumber primer Bacot untuk memberangus sunyi. Meng-gonggong melebihi anjing: MERAUNGRAUNG.Teori progresi untuk membius prolematika dengan menyalip kebebasan orang lain. Ketololan linear menjadi sintesa dari semua keadaan. Sekali ini jangan keluarkan Napas sia teh ANJING bisi dikarungan ku aing..!!!.

Kemacetan terjadi diantara kaum [#] ketingalan langkah dan membuat semangat tidak punya merespon, kekalahan adalah konsekwensi, mesti seragam itu sama-sama dipakai namun relasi koneksi melebihi standar. Aink, bapa aing jeung indung aing Stress Anjing!!!

Surat Buat Mu

Transparansi itu memiliki aura dahsyat, kekuatannya menerobos TEMBOK RAKSASA CINA, keindahannya lebih indah dari mitosTAMAN FIRDAUS, kemegahannya melebihi piramida THE MUMMY, keluasannya melebihi LANGIT BIRU. Ee ANJING!. Jika demikian maka tak ada yang janggal kecuali bagi para pembusuk kepentingan prematures. Namun itu telah menjadi bangunan yang kokoh [badag] untuk menggoyangkannya juga tak mungkin. BOM HIROSIMA mereka telah merasukan karakteristiknya dengan kaderisasi setiap lembaga konstruksi kebiadaban telah jadi CANDU. virusnya itu adalah seragam dan tanda pengenal.

Keinginan dan cita-cita: putus, detik ini disini, dalam tulisan yang menjadi medium perkenalan Aku dan KaU cukup untuk diberi tanda X [Mati].

Tags: , , , ,

Leave a Reply