Pokokna Mah Pendidikan

July 29, 2008

Tulisan ieu lahir gara-gara pengalaman nyata: jadi harita uing ditawari untuk menuliskan sebuah buku pelajaran bagi anak-anak SD dan SMP. wallohi, baru tau ternyata buku pelajaran ditulis oleh orang sembarangan, lalu ada cukongnya, ada penerbit yang maenin harganya. Anjing..!! Pantes buku tiap tahun ganti, hargana aya nu murah aya nu mahal, kualitasna teu puguh pastina. Hampura Gusti…

{I}

Bagaimana seorang anak haram dari rahim dunia seperti aku akan menjelaskan optimismenya, ketika usaha dan pemikirannya harus dimulai dengan sebuah pemahaman bahwa sifat-sifat seperti radikal, utopis, goblok dan pianjingeun dapat meraih segala yang dicita-citakannya ?!!

Bagaimana pula jika “seorang anak haram” diganti dengan “setiap orang”?. setiap orang tanpa terkecuali yang memiliki hasrat untuk senantiasa melakukan dan menjadi apa saja yang diinginkannya. Setiap orang berhak untuk menentukan nasibnya sendiri, sekalipun jadi anjing..!!!. setiap orang mestinya, dan harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, berjuang untuk melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penguasaan dan dominasi yang membelenggu kebebasan setiap orang untuk melakukan kreasi individualnya dalam dunia ini. Bebas dari segala bentuk hegemoni yang bersifat fisik maupun hegemoni ide-ide.

Adakah pendidikan menjadi alasan yang baik untuk memberi ruang kepada usaha-usaha kita dalam perjuangan menuju pembebasan?. jika hidup adalah simplifikasi tentang definisi pendidikan, maka apakah hidup yang membebaskan itu ? apakah kebebasan itu ? apakah pendidikan itu? …. Lieur anjing ! …. Apakah anjing itu ? Ihh si babi …. Apakah babi itu ? …. Babi itu adalah binatang bau berkaki empat, ngarti teu plok..?!

Nanya deui: bagaimana kita semua dapat berpikir bahwa manusia mampu mendidik dirinya sendiri, setelah sebelumnya manusia itu mendefinisikan realitas? dan apa yang dianggap penting oleh manusia ?

Kalaulah benar salah satu tujuan pendidikan adalah membentuk satu citra kemanusian yang menyadari hakikatnya, manusia yang menyadari realitas di sekitarnya, maka apakah segala bentuk paradigma yang terkandung di dalamnya seperti teori tentang realitas, atau teori pengetahuan, bahkan aksiologinya telah mengantarkan manusia pada gerbang kemanusiaannya yang hakiki..? tai lah dengan semua itu !!!. Pencerahan hanyalah satu era dimana manusia menciptakan neraka baru sebagai kreasinya yang paling mengagumkan, kemudian mereka masuk kedalamnya… waddussiggg !!

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berorientasi untuk menjadi satu arus intelektual tertentu dalam pemikiran sosial, di mana semua unsur di dalamnya senantiasa memperjuangkan penghapusan segala bentuk dominasi dan monopoli, serta segala bentuk campur tangan dari institusi politik dan sosial tertentu. Kalaulah Freire menegaskan bahwa pendidikan harus ada dan berjalan sebagai proses transformasi dari tiga hal, yaitu transformasi pengetahuan, skill, dan nilai. Maka aku berani menyatakan bahwa ada satu hal lagi yang harus menjadi dasar dan tujuan dari pendidikan, yaitu hasrat untuk melakukan segala bentuk pemberontakan dan resistensi terhadap segala bentuk realitas yang menyimpang.

{II}

Selamat datang di neraka baru …. Bernama sekolah !!!

Tak ada tempat dalam dunia pendidikan kita yang merepresentasikan satu ekspresi yang menandakan kebebasan, kemerdekaan, emansipasi, solidaritas, dan transforma-shit !!, apalagi keinginan untuk mengeluarkan pendapat, ide, gagasan dan kritik. Semuanya anjing, bau bangkai …. Bangkai kalian semua, goblog !!.

Pendidikan yang telah terlembagakan (sekolah, perguruan tinggi, dsb) adalah neraka, yang di dalamnya terdapat beberapa unsur: guru atau dosen tak bermutu yang kerjanya menjual buku dan ngabacot teu paruguh, seperti anjing yang menggonggong sambil ngeluarin liur najisnya !!, serta anak didik dan mahasiswa seperti babaturan aing nu ngetik makalah ge teu bisa, anjing..!! kalian yang tak lebih dari anak setan, otak kalian tak jauh lebih busuk dari bangkai babi karena dipenuhi dengan hasrat untuk onani.

Naon deui nu can kahujat kuaing euy ?

Oh… heueuh, tirani kuasa sebagai institusi tertinggi yang peran dan fungsinya seharusnya memberikan jaminan dan bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan, berubah menjadi monster menakutkan yang mengontrol dan memegang kendali, serta turut campur dalam proses terselenggaranya pendidikan. Dalam hal ini negara adalah monster yang mewujud dalam sosok Lucifer si penjaga neraka yang selalu melahap, memperbudak, dan menguasai setiap unsur dalam pendidikan tersebut.

Jika tirani kuasa telah berhasil menancapkan taringnya pada pendidikan secara keseluruhan, maka yang akan terjadi adalah :

  1. Transformasi kesadaran adalah tujuan pendidikan, di mana setiap individu sebagai bagian dari pendidikan, seharusnya menyadari aspek individual yang ada dalam dirinya, sehingga dia akan bebas berekspresi dan berkreasi. Maka, ketika kita kembali pada tujuan pembentukan sebuah masyarakat yang didasarkan pada logika komunal tai anjing, secara otomatis kuasanya akan melakukan provokasi yang akhirnya akan mengakibatkan setiap individu merasa terancam jika mengekspresikan kebebasan individualnya.
  2. Pendidikan harus berorientasi pada solidaritas sesama. Ketika pendidikan berada di bawah kendali tirani kuasa, maka ia tidak segan-segan akan menghancurkan solidaritas antar sesama. Ia akan mempersatukan sebagaian manusia untuk menguasai dan memperbudak sebagian manusia yang lainnya. Negara hanya melindungi warga pendukungnya, karena ia tidak mengakui hak-hak orang yang diluar batas kekuasaannya.
  3. Lebih celaka lagi, ketika pendidikan sudah tak mampu lagi mentransformasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, maka tirani kuasa akan mengisi kekosongan nilai itu dengan konsep patriotisme. Patriotisme merupakan sebuah moralitas transenden, karena ia merupakan suatu moralitas yang tak dapat dijelaskan dengan logika dan rasionalitas seperti apapun. Merampok, menjajah, membunuh, bagi manusia waras tentu merupakan tindakan kriminal, tapi dari sudut pandang patriotisme, kalau tindakan tersebut dilakukan untuk memperbesar kekuasaan maka dianggap sebagai kewajiban seorang warga negara yang baik dan terpuji. Akibatnya setiap orang akan berbuat demikian, bahkan terhadap orang sebangsanya sendiri !! goblog teu ??

Tags: , , , ,

Leave a Reply